Jumat, 21 September 2012

sepotong episode masalaluku dikota gudeg




Entah apa yang aku rasakan saat kulihat teman-teman yang wisuda, memakai toga dan baju kebangsaan hitam rombe-rombe bersimbol “uin sunan kalijaga” “ooooh....senangnya....kapan aku menyusul kalian”kataku dalam hati sambil melihat haru biru yang terselimut diwajah kalian, perasan senang dan bahagia diujung perjuangan selama 4 tahun dikampus putih. Diantara kebahagiaan kalian kuteringat akan sebuah awal perjuangan 4 tahun silam...
Opak didepan fakultas tarbiyah yang mempertmukan kita, saat itu kita begitu lugunya, mahasiswa baru yang menjadi sasaran senior selama proses opak. Dengan seragam putih hitam, pita merah serta name tag yang tertempel dijilbab putih kita. Masih teringat akan cerita “sepotong pisang coklat rasa saos” disela-sela kegiatan opak, karena terlalu lapernya dan banyaknya antrean. Entah bagaimana rasanya waktu itu. haha
Cerita terus mengalir, bak air sungai yang mengalami pasang surut, dan melewati bebatuan terjal selama perjalanannya menuju muara. Cerita-cerita itu terus ada. Hampir tiap hari kita berinteraksi. Saling maen kost. Sampe waktu itu cerita tentang “paklek galak” yang memarahiku karena minta kunci sudah lewat jam 9. Aku yang males pulang kekost, lantaran takut sama ibu kost (cz belum bayar uang kost...xiixixi) sehingga sering numpang tidur dikost kalian. Sampe akhirnya kita mulai disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Diriku yang mulai ikut al-mizan, kammi dan spba, teh yani yang juga sibuk dicempedi, dan teh atin, teh susi, serta teh ima sibuk dengan kuliah.
Sampai disini, perjalanan mulai berbelok. Kalian masih aktif dengan kegiatan kalian. Sedang diriku berbelok arah. Aku yang dulu aktif di al-mizan, setelah pelantikan malam itu hampir tak pernah menampakkan ujung sepatuku. Dirikupun sudah tak pernah lagi nongol di SPBA, dan dikammi pun diriku juga mulai pasif, begitupula dengan pas. Aku hanya mengikuti kegiatan yang menyenangkan yang kusukai, yang ga banyak membutuhkan otak seperti ketika ada aksi. Sampe aku rela bolos kuliah untuk ikut aksi.
Kian hari aku semakin pasif, banyak berdiam diri kost, tidur dan entah apa lagi yang aku lakukan. Sampe akhirnya aku bertemu dengan dunia maya, ya chatting mig33. Yang telah mempertemukanku dengan banyak orang, ngobrol kesana kemari dengan bebasnya dimana saja dan kapan saja. Tanpa bertatap muka. Tanpa rasa malu. Bertemu dengan berbagai manusia dari penjuru dunia. Asyik memang. Dan seru. Kupdar kesana kemari. Bolos kuliah hampir tiap hari namun absen tetap stabil karena kalian. Waktu itu aku merasa bahagia dan tak pernah merasa menyesal. Nongkrong didepan kamar sambil cetak-cetik memencet tombol keypad hape. Sampe lupa makan, dll. Bahkan bisa dikatakan hampir 20 jam sehari. Aku seolah tak butuh kalian lagi!!!
Dan ditengah perjalanan, atas saran seorang teman chatting pula, aku mulai mencoba untuk masuk sebuah pesantren mahasiswi. Disana aku bertemu dengan banyak orang-orang yang penuh semangat. Yang dengan sabar membimbingku dan mengarahkanku. Meski tak bisa sepenuhnya kutinggal dunia itu, dunia maya, bahkan kadang kala naik kadangkala turun. Dan masih ada satu kebiasaan yang belum bisa aku tinggalkan, BOLOS kuliah!!!
Aku mulai sibuk dengan aktifitas disana, ikut sebuah organisasi lain. meski disana diriku juga lebih banyak onlennya, tidur berjam-jam dan bergadang dimalam hari, seolah itu sudah menjadi hal biasa. Sampai teguran dan sindiran dari pemandu, ustadz dan gelar “the princess of fb” dari ustadz syafii bertengger dikepalaku. Disana aku seolah benar-benar lupa dengan kalian!!! Aku hanya menyanggupi saat kalian ngajak maen kekost. Namun kata-kataku itu ga pernah kutepati.
Dan kini, disaat kalian selesai dari perjuangan meraih impian kalian, aku baru tersadar, kemana saja diriku slama ini?tidurkah aku?ataukah aku hanya terbuai dialam dunia maya yang telah menghancurkan semua impianku?
Sempat aku terpukul slama beberapa hari, menyesali semuanya. Sampai kadang aku berpikir, andai semua dapat terulang kembali,,,tapi apa guna kata seandainya? Sekarang bukanlah saatnya menyesali semuanya. Tapi saatnya aku bangkit dari keterpurukan masalalu yang telah menghancurkan semua impianku. Aku yakin dibalik semua yang aku alami pasti ada hikmah yang tersirat untukku.
Karena aku juga ingin seperti kalian, berdiri anggun memakai seragam wisuda dan toga yang bertenggel dikepala. Menggenggam ijazah S1, dan melanjutkan perjuangan meraih impian...
Selamat jalan teman-temanku...
Semoga esok kita bisa berjumpa kembali, bernostalgia mengingat sepucuk masa silam awal perjuangan kita dikampus putih.......... :)

2 komentar:

  1. selamat menjadi sarjana. Hi, salam kenal.. kalau boleh tahu penulis ambil kuliah jurusan apa ya?

    BalasHapus
  2. saya ambil jurusan pendidikan bahasa arab..hehe

    BalasHapus