Entah apa yang aku rasakan saat kulihat teman-teman yang
wisuda, memakai toga dan baju kebangsaan hitam rombe-rombe bersimbol “uin sunan
kalijaga” “ooooh....senangnya....kapan aku menyusul kalian”kataku dalam hati
sambil melihat haru biru yang terselimut diwajah kalian, perasan senang dan
bahagia diujung perjuangan selama 4 tahun dikampus putih. Diantara kebahagiaan
kalian kuteringat akan sebuah awal perjuangan 4 tahun silam...
Opak didepan fakultas tarbiyah yang mempertmukan kita, saat
itu kita begitu lugunya, mahasiswa baru yang menjadi sasaran senior selama proses
opak. Dengan seragam putih hitam, pita merah serta name tag yang tertempel
dijilbab putih kita. Masih teringat akan cerita “sepotong pisang coklat rasa
saos” disela-sela kegiatan opak, karena terlalu lapernya dan banyaknya antrean.
Entah bagaimana rasanya waktu itu. haha
Cerita terus mengalir, bak air sungai yang mengalami pasang
surut, dan melewati bebatuan terjal selama perjalanannya menuju muara.
Cerita-cerita itu terus ada. Hampir tiap hari kita berinteraksi. Saling maen
kost. Sampe waktu itu cerita tentang “paklek galak” yang memarahiku karena
minta kunci sudah lewat jam 9. Aku yang males pulang kekost, lantaran takut
sama ibu kost (cz belum bayar uang kost...xiixixi) sehingga sering numpang
tidur dikost kalian. Sampe akhirnya kita mulai disibukkan dengan kegiatan
masing-masing. Diriku yang mulai ikut al-mizan, kammi dan spba, teh yani yang
juga sibuk dicempedi, dan teh atin, teh susi, serta teh ima sibuk dengan
kuliah.
Sampai disini, perjalanan mulai berbelok. Kalian masih aktif
dengan kegiatan kalian. Sedang diriku berbelok arah. Aku yang dulu aktif di
al-mizan, setelah pelantikan malam itu hampir tak pernah menampakkan ujung
sepatuku. Dirikupun sudah tak pernah lagi nongol di SPBA, dan dikammi pun
diriku juga mulai pasif, begitupula dengan pas. Aku hanya mengikuti kegiatan
yang menyenangkan yang kusukai, yang ga banyak membutuhkan otak seperti ketika
ada aksi. Sampe aku rela bolos kuliah untuk ikut aksi.
Kian hari aku semakin pasif, banyak berdiam diri kost, tidur
dan entah apa lagi yang aku lakukan. Sampe akhirnya aku bertemu dengan dunia
maya, ya chatting mig33. Yang telah mempertemukanku dengan banyak orang,
ngobrol kesana kemari dengan bebasnya dimana saja dan kapan saja. Tanpa
bertatap muka. Tanpa rasa malu. Bertemu dengan berbagai manusia dari penjuru
dunia. Asyik memang. Dan seru. Kupdar kesana kemari. Bolos kuliah hampir tiap
hari namun absen tetap stabil karena kalian. Waktu itu aku merasa bahagia dan
tak pernah merasa menyesal. Nongkrong didepan kamar sambil cetak-cetik memencet
tombol keypad hape. Sampe lupa makan, dll. Bahkan bisa dikatakan hampir 20 jam
sehari. Aku seolah tak butuh kalian lagi!!!
Dan ditengah perjalanan, atas saran seorang teman chatting
pula, aku mulai mencoba untuk masuk sebuah pesantren mahasiswi. Disana aku
bertemu dengan banyak orang-orang yang penuh semangat. Yang dengan sabar
membimbingku dan mengarahkanku. Meski tak bisa sepenuhnya kutinggal dunia itu,
dunia maya, bahkan kadang kala naik kadangkala turun. Dan masih ada satu
kebiasaan yang belum bisa aku tinggalkan, BOLOS kuliah!!!
Aku mulai sibuk dengan aktifitas disana, ikut sebuah
organisasi lain. meski disana diriku juga lebih banyak onlennya, tidur
berjam-jam dan bergadang dimalam hari, seolah itu sudah menjadi hal biasa.
Sampai teguran dan sindiran dari pemandu, ustadz dan gelar “the princess of fb”
dari ustadz syafii bertengger dikepalaku. Disana aku seolah benar-benar lupa
dengan kalian!!! Aku hanya menyanggupi saat kalian ngajak maen kekost. Namun
kata-kataku itu ga pernah kutepati.
Dan kini, disaat kalian selesai dari perjuangan meraih
impian kalian, aku baru tersadar, kemana saja diriku slama ini?tidurkah
aku?ataukah aku hanya terbuai dialam dunia maya yang telah menghancurkan semua
impianku?
Sempat aku terpukul slama beberapa hari, menyesali semuanya.
Sampai kadang aku berpikir, andai semua dapat terulang kembali,,,tapi apa guna
kata seandainya? Sekarang bukanlah saatnya menyesali semuanya. Tapi saatnya aku
bangkit dari keterpurukan masalalu yang telah menghancurkan semua impianku. Aku
yakin dibalik semua yang aku alami pasti ada hikmah yang tersirat untukku.
Karena aku juga ingin seperti kalian, berdiri anggun memakai
seragam wisuda dan toga yang bertenggel dikepala. Menggenggam ijazah S1, dan
melanjutkan perjuangan meraih impian...
Selamat jalan teman-temanku...
Semoga esok kita bisa berjumpa kembali, bernostalgia
mengingat sepucuk masa silam awal perjuangan kita dikampus putih.......... :)
selamat menjadi sarjana. Hi, salam kenal.. kalau boleh tahu penulis ambil kuliah jurusan apa ya?
BalasHapussaya ambil jurusan pendidikan bahasa arab..hehe
BalasHapus