Sepenggal kisah tarbiyah dirumah bambu...
Aku tersenyum gembira ketika kulihat sosoknya dibalik aula asrama...kulihat sosoknya yang begitu lembut dan mengagumkan tersenyum kepadaku.oh alangkah indahnya...membuatku selau ingin ada didekat beliau untuk mendengarkan taujih2 beliau...subhanallah pribadinya begitu mengagumkan...seorang ustadzah yang dulu pernah menjadi siswi terbaik dirumah bambu ini...kecerdasan beliau,semangat belajar beliau...dan terutama semangat dakwah beliau tak perlu diragukan lagi...
Aku terus berdiri memandangi beliau dari balik pohon mangga yang ada didepan ruang tamu...
“hid...sini...”usatadzah membuyarkan lamunanku,
“eh iya ustadzah...”aku segera berjalan menuju arah beliau
“gimana ujiannya?eh tolong panggilkan temen2 ya...hari ini kita ada islamic mentoring”tanya belau sambil mengawasi zhufar,anak beliau yang masih balita
“alhamdulillah ustadzah banyak yang ga bisa”jawabku nyengir
“baiklah ustadzah,saya panggil temen2 dulu”kataku berlau pegi
********
Dirumah bambu,berdakwah butuh perjuangan.karena memank,tak semua berfikir sama akan dakwah ini.tak semua sadar akan urgensi dakwah ini.mereka semua seolah sudah tahu dan paham akan hal ini,tapi dalam prakteknya ?masih prlu dipertnyakan lagi.sehingga ustadzah yang harus berjuang sendirian,mengurusi mentoring,dan agenda2 lain yang mendukung.seperti program tahsin,tahfidz,muhasabah.dan pertentangan dengan para ustadzah lain pun biasa terjadi...
Tapi ustadzahku tak pernah putus asa,tiap hari jumat kita dikumpulkan untuk mentoring.tiap sore kita dibimbing tahsin,tiap bertemu beliau kita selalu dikasih taujih2.senang rasanya,karena memang itu yang kita butuhkan.sementara dari rumah bambu ini,kita mendapatkan itu semua...
Berkali2 ustadzah mendapat teguran dari atas tapi beliau tetep gigih memperjuangkan dakwah ini...subhanallah...aku salut sama ustdzah...kelak jika aku lulus aku ingin bisa seperti ustadzah...menjadi seorang da’iyah yang tangguh...menjadi murobbiyah yang muharrikah!
“hey...kok melamun sih,,,ayuh dibaca qurannya”ustadzah mebuyarkan lamunanku
“eh...i...iya ustadzah”jawaku gugup
**********
Seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya temen2 yang ga suka terhadap dakwah yang diterapkan ustadzah dirumah bambu,maka semakin banyak pula teman-teman yang berguguran dijalan ini.satu persatu teman2 mulai berguguran...menghilang dengan berbagiai alasan...hingga menyisakan hanya sekitar 7 orang yang masih bertahan dari sekitar 40 orang lebih...sungguh penyusutan yang sangat drastis...
Ustadzah semangatmu begitu luar biasa...aku salut sama ustadzah...aku salut...!dan ditengah2 kekagumanku itulah tak terasa waktu terus berjalan sangat cepat.hingga akhirnya kita harus berpisah karena memank kontrak belajarku dirumah bambu sudah selesai dan saatnya aku harus pergi...jauh...meninggalkan kota soto tercinta...
Air matapun bercucuran saat perpisahan itu.tak ingin kulepas jabat tangan ustadzah yang lebih dari setahun membimbing kami...sedih rasanya harus berpisah dengan mereka...temen2 seperjuangan dimentoring bersama ustadzah tercinta,,,
Akhirnya pada pertengahan april selepas uan kamipun pergi meninggalkan rumah bambu,berpisah satu sama lain...mencari bekal untuk masa depan yang lebih baik...
******
Setelah setahun dikota gudeg...akhirnya kuputuskan untuk mudik,,,terlihat beberapa teman yang mentoringku juga ikut berkunjung kerumah bambu...wah senang sekali...bisa bertemu dengan mereka...terlebih ustadzah...
Dengan gamis biru tuanya beliau terlihat anggun berjalan menuju ruang tamu rumah bambu.subhanallah...sungguh senang rasanya bisa bertemu denagn beliau...
Kepeluk erat2 tubuh beliu,tak tersa air matapun menetes...
“dek zhufar...gmna kabar...masih ingat ga ini siapa”tanyaku pada zhufar sambil menyubit pipinya yang bikin gemez,zhufar malah ketakutan...ya...ya,,,mngkin zhufar sudah agak lupa denganku,dan diapun dari dulu ga pernah mau jika kuajak maen...
Akhirnya sama ustadzah aku malah disuruh ngisi mentoring adek2...waduh bingung saya mau ngisi apa...tapi akhirnya kuisi dengan cerita tentang pengalaman2ku selama dikota gudek,tentang dakwah kampus,dll.adek pun terlihat srius mendengarkan ceritaku...hmm seneng ya bisa sharing ma adek...
********
Senang rasanya melihat dakwah dirumah bambu berjalan lancar.tapi kesenanganku tak bertahan lama,setelah 1th ku dengar kabar menyedihkan itu dari ustadzah,,,
Kala itu saya menelpon ustadzah...sekedar untuk sillaturrami dan tanya2 kabar...tapi apa yang kudapat?dakwah itu sudah tidak berjalan,karena sekarang beliau sedang hamil tua,sehingga berat rasanya jika harus bolak balik...belum lagi larangan dari atas yang tidak memperbolehkan untuk mengadakan perkumpulan2 tertentu seperti mentoring dan agenda2 yang diadakan oleh ustadzah...ya kalu diterusin memang bukan masalah berat secara fisik tapi secara psikologis juga...
Aku sangat sedih mendengarnya,,,tapi aku harus bagaimana?sementara kontrakku untuk menyelesaikan study dikota gudek ini masih panjang...teman2 juga sibuk dengan aktivitas lain,,,lantas siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan dakwah ini?sampai sekarang aku masih kepikiran...siapa yang akan menggatikan ustadzah dakwah dirumah bambu,,,akan dakwah itu berakhir sampai disini?rumah bambu awal pertama kali aku mengenal tarbiyah...
Buat ustadzah,,,jasa2 ustadzah tak akan pernah kulupakan...aku akan selalu merindukan ustadzah...n luv u cz ALLAH...
Yogyakarta,27 desember 2010
Rumah cahaya asma amanina
Tidak ada komentar:
Posting Komentar