Hari ini, aku mulai
pindah kesebuah rumah. Asma Amanina orang-orang biasa menyebutnya. Heran
melihat bangunannya. Seperti bukan sebuah pesantren. Kulihat sekelilingnya,
didepan berdiri kokoh sebuah rumah tingkat dua, masuk lagi sebuah bangunan
kamar-kamar berderet tingkat 2 dengan taman dan tempat parkir didepannya. Kata
teman-teman sih itu kantor IKADI dan rumah ustadz. Aku terus melangkah kedalam,
suara sendal jepitku menggema diantara lorong tempat parkir. Sampai aku tiba
didepan sebuah pintu masuk. Dari luar terdengar olehku suara merdu lantunan
ayat Al-quran. Aku lalu berdiri sejenak, menikmati suara itu. Suara yang sangat
merdu. Suara yang mirip suara guru tahsinku di FOSDA.
“santri baru ya?”tanya
salah seorang akhwat masih mengenakan mukenah.
“iya mbk”aku
mengangguk malu.
“ayo mbak antar
kekamar. Nanti kamarmu disebelah sana. Satu kamar sama Kholiah. No 2 dari
dapur”mbak itu lalu menunjukkan kamar yang akan aku tinggali.
Aku lalu berjalan
kedalam. Sambil menenteng tas ransel dipunggung. Semua orang menyapaku “waah
ini ya santri barunya” aku hanya menyunggingkan senyuman yang paling manis.
Hehe. Sambil melihat kiri kanan jalan. Ya itu ruang keluarga, itu jemuran 1 dan
jemuran 2, dan ini dapur. 1, 2 yupz!ini kamarku. Segera kuucap salam. Sambil
kubuka pelan pintu. Seorang akhwat sudah menyambutku dari dalam. Dengan senyum
ceria. Dengan hiasan kamar yang unik. Selamat datang dikamar kita. Kata yang
ditulis dikertas asturo warna-warni yang indah, membuatku tersanjung. Haha
jarang-jarang disambut dengan kayak ginian. Aku lalu meletakkan tasku. Dan
duduk dilantai. Kami lalu saling memperkenalkan diri. aku mengganti nama
panggilanku menjadi “Nur” itu sebagai nama hijrahku. Nama panggilan baru
didunia baru. Setelah nama panggilan Hida yang membawaku kealam maya dengan
berbagai tingkahku disana. “aku Kholiah Febriani, panggilannya ikhal atau
kholiah” katanya kepadaku. Sembari menata bajuku kami lalu ngobrol panjang
lebar kesana kemari. “kok bisa sih mbak tahu Asma?” tanya Kholi. “hehe iya,
dulu mbak tahu dari seorang teman chatting dimig33. Mbak Nivah namanya. Anak
psikologi ugm 2006. Beliau maen kekost mbk. Dan karena liat kondisi kost mbk yang
seperti itu, beliau lalu menyarankan mbk ke Asma. Kebetulan waktu itu dibuka
pendaftaran santri baru. Mbak lalu dikasih no mbk Adis. Kami lalu janjian. Tapi
karena mbk Adis ga bisa, mbak lalu ketemu sama mbk Ngesti di Mardhiyah. Mbk
dikasih formulir pendaftaran sama mbk Ngesti. Tapi karena mbk sama sekali ga
tahu Asma, ga tahu dimana tempatnya, pengembalian formnya mbk tunda terus sampe
pendaftaran ditutup. Dan akhirnya mbk ga jadi daftar. Tapi dalam hati, saat
romadhon mbk berdoa semoga suatu saat mbk bisa keterimah di Asma Amanina”ceritaku panjang. “oooh....”kata Kholi bulet. “lha terus, kemaren kok
tahu info ini dari siapa?”tanyanya lagi. “ya kemaren mbk lihat salah seorang
akhwat yang memakai jaket asma. Mbk lalu tanya-tanya. Tapi katanya dibuka
pendaftaran lagi 2 tahun lagi. Mbak itu lalu bilang biasanya kalau ada yang
keluar nyari pengganti. Mbk lalu disuruh tanya mbk Rahmi. Dan setelah ketemu
mbk Rahmi ternyata dibuka pendaftaran, tapi cuman beberapa orang. Mbk lalu
daftar bareng mbk Rahmi keasma. Dari situ mbk tahu Asma”kataku panjang. Adzan
isya’ berkumandang, Kami lalu mengakhiri obrolan kami.
***
Bel berbunyi, semua
santri bergegas menuju kelas. Malam ini malam ahad, tapi santri tetap diminta
untuk kekelas. Ya, ga ada agenda lain selain memperkenalkan santri baru kepada
semua pengguni asrama. Semuanya duduk berjejer dikelas. Sementara salah seorang
pemandu “ammah puji” teman-teman biasa memanggilnya duduk didepan. Memimpin
acara ini. “deg!!!namaku dipanggil” kataku dalam hati saat dipanggil kedepan
untuk memperkenalkan diri. “namaku Siti Nihayah Istikomah, panggilannya Isti....bla....bla...” mike lalu berpindah kesampingnya “namaku Fathimah Nur Istiqomah. Panggilannya isti juga. Tapi karena disini sudah ada nama isti jadi
panggilannya fathimah saja.....dan blaa...blaa...” dan mikenya pun berpindah
kepadaku. Gemetar. Gugup. Aku terdiam sejenak.”ngg.....langsung saja namaku Sri Hidayati Nur. Panggilannya Nur....bla...bla....”. ammah puji lalu
memperkenalkan semua perarturan asma amanina. Kami lalu berksalaman dan
berkenalan. Sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 09.30. kami lalu berjalan
menuju kamar masing-masing. Sunyi. Hening semua terlarut dalam mimpi. Sementara
aku hanya memandangi langit-langit kamar yang dihiasi bintang-bintang plastik
yang memancarkan cahaya warna hijau. “alhamdulillah akhirnya aku bisa masuk
sini. Lingkungan yang nyaman. Terimah kasih ya ALLAh, engkau telah menjawab
doaku selama romadhon kemaren....”desahku lirih.
Rumah cahaya, sabtu 12
juni 2010
BERSAMBUNG!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar