Selasa, 04 Desember 2012

lanjutan AA part 1



“Daaaaaaakhilun, Dakhiiiiiiiiiiiiiiiiiiilun.....” aku, mbk Isti dan Fathimah serempak membaca jilid 2, ya setelah kemaren tes sama ‘Ammah Nuri, kami semua ditaruh dijilid 2. Waaaah ketinggalan jauh sama teman-teman yang dah di Asma duluan. Mereka ada yang sampai jilid 5 paling rendah dan ada yang sampai ghorib dan tajwid. Ruangan kantor ini terasa semakin nyaring. Kaget setengah kaget. Beberapa hari yang lalu kami sama ‘ammah irma khuzaemah dengan bacaan pelan, eh sekarang dipindah sama ‘ammah mislina. Mendadak kami diminta baca keras, volume paling puooool, sampe-sampe tenggorakan kering.WoW! ya wajar sih, aku yang nota bene alumni metode al-karimah dengan suara lembut and slow, mendadak diganti sama qiroati. Yang cara bacanya keras tegas dan lugas. Tapi tetap teliti.
“nur!!!kurang keras bacanya!!!”glek....suara ‘Ammah Mis mengagetkanku.
“eh iya mbk”aku mencoba mengeluarkan volume paling keras.
Kami lanjut baca klasikal sampai selesai, ya lumayan. Ada sekitar 12 halaman yang kudu dibaca, dengan suara keras bin lantang. Ga boleh salah. Kalau salah wajib diulangin. Mantabh!!!
“horeee aku lulus mbk Nur”kata mbk Isti kegirangan. Waduh giliranku setor ne. Aku lalu maju kedepan ‘Ammah Mis. Gemeter rasanya.
“ulangi!!!”
ban...bin....bun...”kataku pelan
“senyumnya mana...senyumnya mana”kata ‘Ammah Mis tegas. Aku hanya meradang dalam hati. “addduh maaaak sulit kali ne Qiroati. Ga sabar awak”
“huft!”desahku seusai setoran.
“kenapa mbk Nur?”tanya mbk Isti heran melihatku.
“gapapa mbak, aku ga lulus”jawabku sambil menarik napas dalam-dalam.
“nuuuuur....jangan ngobrol!baca jilidnya 5 kali. Awas besok kalau sampai kamu ga lulus”suara ‘Ammah Mis mengagetkanku “huaaah aku ga kuat ibu L
**
“mbk, ntar aku izin duluan ya. Habis ini aku mau pulang kegresik”kataku pelan sama ‘Ammah Yanti keesokan harinya. Ya karena ‘Ammah Mis ga bisa ngajar akhirnya guru ngajinya diganti sama ‘AmYan.
“udah kamu ngaji dulu”kata ‘Ammah Yanti setengah ngebentak.
“ih iya mbk” aku lalu diam. Sambil membaca jilid dalam hati. Kuamati dalam-dalam huruf-huruf yang ada dalam jilid 2. Perasaan sama kayak dulu belajar ngaji waktu kecil. Ada yang bengkok, tegak lurus, ada yang melungker-melungker. Tapi kok cara bacanya beda ya. Harus mangap, mencucu, meringis, apa lagi itu...ampuuun dah :(
“Nur!!!baca yang keras!!!haddeuw belum juga angkat mulut buat baca udah dapat hadiah lagi.
“iya mbk”kataku langsung baca jilid dengan suara paling keras.
“hari ini kamu ga lulus lagi nur”kata ‘ammah yanti setelah aku maju setoran. Aku hanya bisa menelan ludah. “besok lagi yang serius!!!mbak ga mau lihat kamu kayak gini lagi. Bacanya salah-salah”aku hanya meradang. Ga kuat. Diem. Mendung mulai menggelayuti wajahku. Pleaseeee....jangan hujan dulu. Bisa bahaya ne. Malu aku sama ‘amyan dan teman-teman.
“kenapa mbk nur?”tanya mbak isti saat melihat gerimis diwajahku.
“ngga mbak, ga apa-apa”aku langsung ngeloyor kekamar. Karena emang ngajinya udah selesai. Kalau ga ya, mana berani.
“lho mbak nur kenapa?”tanya kholiah sesampai ku didalam kamar.
“ngga apa-apa Khol. Cuman tadi habis dimarahin mbak Yanti aja. Katanya mbak ga serius”kataku semakin ga bisa menahan tangis.
“ya emang gitu mbk. Kita emang harus tegas. Ga boleh leda-lede. Mangapnya harus sempurna, suaranya juga harus keras.”
“sabar ya mbk. Mbak pasti bisa melewati semuanya”kata Kholiah mencoba menguatkanku (terimah kasih banyak yaaa Khoooool... co cweeeeeeeeeeeeeeeet J)


Rumah Cahaya, 22 juli 2010


BERSAMBUNG!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar