“waah
selamat ya mbak, semoga ilmunya berkah” kata ane pada salah seorang
temen yang diwisuda. “waah senengnya, udah lulus”
“iya,
makasih ya. Kamu ndang cepet nyusul”
“Hoho...
boro-boro nyusul, semester depan aja ane masih ada empat mata kuliah”
bathinku berteriak. “kapan ne selesai kuliahnyaaa? Minimal udah ga
ambil mata kuliah aja, udah lega”
Tapi
tenang, masih banyak temen yang belum lulus. Ini kan masih periode
april. Siapa yang bisa lulus sekarang berarti mereka termasuk cepat.
Dengan predikat mahasiswa rajin, kuliah tepat waktu. Tapi benarkah?
“lho
Nur masih ambil kuliah to?” kata dosen bahasa inggris, yang dulu
pas ngulang mata kuliah beliau ane paling rajin. Iya rajin telat dan
bolos. Sampai remidipun ane ga ikut.
“iya
bu, hehe”
“ouwh,
tak kira kamu sudah lulus Nur”
“waah
belum ibu. Ini masih ambil mata kuliah” kali ini ane mencoba
tersenyum selebar mungkin, menahan penderitaan.
**
“waduh
ada tugas to?”
“iya
mbk”
“tugas
apa?”
“istima
dua, lha memangnya mbak ga tahu?”
“hehe”
“oalah
mbak, makanya masuk kuliah to. Jangan kebanyakan akkktifitas diluar”
Aaah
kayaknya ane udah kebal deh, dengan kata-kata seperti ini. Jadi kagak
usah terlalu dipikir.
“aina
wajibatul manziluki?” tanya bapak dosen, memakai bahasa arab. Ya
wajarlah kan ane kuliah dijurusan pendidikan bahasa arab. Kalau bapak
dosennya make bahasa korea atau bahasa allien malah aneh.
“hehe
lammaa ustadz” kata saya nyengir
“anti
kaifa. Mau belajar tapi tugas belum dikerjakan” kata bapak dosen.
Akhirnya karena merasa bersalah seusai kuliah ane kebut tuh tugas dan
ane tumpuk dimeja bapak dosen tercinta.
Sambil
berjalan pelan ane gemeteran menuju ruang bapak dosen istima’
tercinta.
“tugas
apa ini?”
“tugas
yang tadi ustadz”
“ndak-ndak
ada tugas”
Gleeeek!!!!
Sambil menelan ludah, ane balik dari ruang dosen.
**
“limadza
anti mutaakhkhiron?”
“’afwan
ustadz”
“anti,
hattaa hadzal waqt mazala mutaakhkhiron?”
“hadza
al-waq aakhir lihaad-dirosa”
“na’am
ustadz, ‘afwan?
“ya
sudah sekarang silahkan minta maaf sama teman-teman”
“na’am
ustadz”
Ane
lalu minta maaf sama teman-teman make bahasa arab sekenanya. Lalu
dalam beberapa detik ane sudah melebur dalam kelas istima’ yang
penuh dengan keceriaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar