Senin, 09 Mei 2011

perjuangan mencari taskhih

Pagi itu...
Jam menunjukkan pukul 03.30 aku terbangun,setelah beberapa kali terbangun dan tertidur lagi.terdengar sayup-sayup dari luar suara teman2 yang sahur.segera kuraih buku ghorib yang ada disampingku,satu2 kuteliti hurup demi huruf.aaah...kenapa rasa kantuk ini masih menyergahku...resahku menahan kantuk yang sangat...maklum semalam tidur pukul 00.00 tepat.aku lalu loncat dan mengambil baju yang akan kupakai nanti,mumpung belum antri...pikirku waktu itu.
“lho dil kok belum siap2?”tanyaku pada sifadil usai sholat subuh
“lho emang kita jadi ujian?”sifadil balik tanya
“ya iya.lha kemaren kita kan dah bilang sama mbk puji to”jawabku dengan pd seolah sudah benar2 siap untuk maju ujian ke pak aan
Akhirnya kita siap2 dan jam 05.15 kita sudah siap untuk berangkat kebantul bersama dengan denok dan ‘ammah yanti.
“lho denok mana?”tanya ‘ammah yanti,kita celingukan mencari denok,ternyata dia baru siap2 dikamar yang tak jauh dari kelas,akhirnya kita menunggu denok sembari terus mebaca buku ghorib,
“yuk...”kata denok menimpali kami yang duduk dibalik serambi kelas,sementara dikelas sedang ada kuliah talaqqi maddah ustadz deden
“ayuh”jawab kami serempak,
Kami lalu berangkat menuju rumah pak aan yang ada didaerah kasihan bantul.cukup jauh.pa lagi lo kesananya pake my ontel jadul siazka...hehehe ga kebayang sampe sana jadi apa...upz ya masih tetap jadi manusia lha,emang mau jadi power ranger biru..hehehehe
Hari ini mendung,meski dah pukul 05.30 tapi matahari masih tak mau menampakkan wajahnya,bahkan awan semakin tebal,mendung semakin gelap.awan seolah terharu dan tak sanggup melihat kami yang dah hampir setahun belajar qiroati tapi kok ga lulus2.hehehe
Belum jauh motor yang kami naiki melaju,turun rintik2 gerimis.aku yang waktu itu ngga pake jas hujan masih santai saja...”cuman rintik2 gerimis,santai saja”kataku waktu itu saat denok yaranin supaya aku bersembunyi dibalik mantolnya.
Wah lama2 hujannya makin gede,makin lebat,jaketku mulai basah.aku lalu bersembunyi dibalik mantol denok.tapi rupanya ga optimal,bagian belakang badanku masih terkena air hujan.tapi tak apalah,,,pikirku,,,
Motor yang kami tumpangi melaju cepat,tiba2 ditengah jalan, motor yang   dikendarai sifadil macet dtengah jalan kehabisan bensin,,,waduh aya2 wae iye teh...aku dan denok lalu mencari warung penjual bensin terdekat,syukur2 lo ada pom bensin.tapi ternyata tak ada yang terdekat yang ada juga yang terjauh..hehehe...
setelah dapat bensin,aku dan denok lalu menemui sifadil dan ‘ammah yanti.baru beberapa meter kami melihat fadil sedang menuntun motornya,sementara ‘ammah yanti ditinggalnya sendirian.tapi lagi2 motor sifadil ga mau nyala.lha gimana ini?bingung bercampur panik,takut kalau sampai motor sifadil ga bisa nyala dan kita batal kerumah pak aan.sayang,padahal dah setengah perjalanan.
“ya sudah aku jemput ‘ammah yanti dulu”kata denok,ia lalu menjemput ‘ammah yanti yang ga jauh dari tempat kita berteduh.tinggallah aku dan sifadil berdua mencoba menghidupkan motor yang tak jua nyala
“alhamdulillah bisa nyala”seru kami kompak
Tapi belum lama kemudian mati lagi.kami lalu mencoba lagi sampai akhirnya motor fadil benar2 bisa nyala.tapi denok sama ‘ammah yanti mana ya?kok ga datang2...
“udah pake muter2 dulu sana gih,daripada ntar mati lagi”pintaku pada fadil,fadil lalu jalan2 kesekliling sembari nunggu ‘ammah yanti dan denok.tapi kok ya lama juga ya...padahal jaraknya ga terlalu jauh juga.
Baru mau telpon ‘ammah yanti tiba2 mereka nongol dari gang sebelah.kami lalu tancap gas menuju rumah pak aan,menerobos derasnya hujan.bajuku terlanjur basah kuyup,buku2ku juga hampir seluruhnya basah,beruntung al-quran yang ku bawa berhasil kuselamatkan ketas ‘ammah yanti.
##
Sampai rumah pak aan,bajuku sudah benar2 basah,dingin mulai menyergahku,malu berrcampur takut pada beliau,karena datang untuk ujian dalam keadaan seperti ini.
“wah saya kira ga jadi”kata beliau usai menjawab salam kami
“maaf pak,kami kehujanan dijalan,motornya sempat mogok juga”kata kami kompak,
Kami lalu masuk kerumah beliau,diruang tamu ukuran 4x5 inilah kami berempat duduk diatas kursi beliau [tadinya mau dikarpet,tapi karena takut basah jadi kita minta duduk dikursi saja yang alasnya dari plastik].
“ayuh diminum”kata beliau mempersilahkan kami untuk minum jahe anget dan makanan yang dihidangkan istri beliau,
“pada puasa pak”kata denok
“udah batalin aja,gpp”beliau menyuruh kami membatalkan puasa
“iya kalau saya ngerti,tapi kalau yang lain belum tentu negrti,dan bisa2 malah tersinggung karena dikira tidak menghormati tuan rumah”kata beliau lagi,kami segera menyeruput jahe anget yang ada didepan kami.subhanallah...lumayan untuk ngangetin badan...hehehe
“udah siap?”tanya pak aan,kami hanya tersunyum,malu.mau dikatain siap juga belum,mau dikatain belum siap,tapi mau ga mau kami harus siap.lha kalau ga nyoba maju ujian kapan kami tahu seberapa jauh kemampuan baca quran kami.
“siapa yang duluan ni”tanya belaiu lagi
“nur pak”kata denok,aku seolah tertohok,tapi ya sudahlah.kan tinggal ghorib sama tajwid,pikrku
“ini ngulang apa ni?”tanya pak aan sembari mebuka2 buku ujian
“ghorib pak”jawab denok sementara aku hanya tersenyum,bingung mau jawab apa,takutnya ngulang lagi
“kapan terakhir ujian”beliau tanya lagi,masih membolak2 balikkan halaman buku ujian
“taskhi masal pak”jawabku pelan
“wah sudah lama banget.harusnya kalau her ga boleh lebih dari satu bulan.perlu diulang dari al-quran lagi”kata beliau.aku seoalh tertohok.upz...disuruh baca qur’an pagi.padahal waktu itu aku masih kedinginan dan hidung meler,,,mana bisa konsentrasi...pikirku...
Aku lalu disuruh beliau baca surat yunus ayat 35,kubaca ayat itu dengan pelan dan sebisa mungkin untuk tidak salah.tapi nyatanya aku ga bisa konsentrasi sehingga aku kurang teliti dan ada beberapa huruf yang panjang pendeknya salah.upz...alamat gagal ujian ne...
Baru beberapa ayat aku baca,beliau sudah menyuruh denok yang baca.wah beneran ne alamat gagal ujian ne...dan ternyata denokpun bernasib sama sepetiku.kini giliran sifadil.meski ada beberapa kesalahan tapi ia sadar kemudian ia mengulang dari awal.fadil berhasil lulus qur’an.ia lanjut keghorib.tapi sayang karena satu kesalahan ia ga jadi lulus.padahal tinggal sedikit lagi.
Usai ujian beliau mengkoreksi bacaan kami,dan memberikan sedit cerita namun dalam maknanya.salah satunya yang kutangkap dari cerita beliau bahwah ikut saja sama orang2 sholeh pasti ada maksud dalam setiap tindakan mereka,dan setiap ketemu orang sholeh mintalah berkah dari doanya,karena orang saleh itu ngga ada hijab antara ia dan ALLAH sehingga doanya akan di ijabahi oleh ALLAH...dan orang2 dahulu itu ngga butuh terkenal,apa itu lewat fb,internet dll.tapi mereka itu terkenal karena kesalehannya,itu berkah dari amal2nya.
Setelah mendengar cerita dari beliau kami lalu segera pamit pulang,karena denok ada praktikum jam 8.
Aku pulang bareng sifadil,sementara ‘ammah yanti bareng denok karena tujuan mereka sama2 kekampus.
##
Disepanjang perjalanan pulang,rasa dingin,karena hujan turun lagi,sedang sifadil ngebut banget.
“huaaah...kapan ne sampai rumah...ga kuat ne....”seruku pada sifadiil
“sabar...”kata fadil,tiba2””wusssh...”sifadil meneros genangan air yang lumayan tinggi,air itu mengenai muka dan seluruh badanku...waduh makain basah aja ne...
“’afwan ya nur...”kata fadil
“gapapa...”aku menimpali,kami lalu ngakak bareng...
“hahahahaha”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar