Sabtu, 25 Juni 2011

Tragedi habiz maghrib

Sudah beberapa hari senyum itu tak terlihat...
Kesibukan yang banyak,amanah dikampuz,dan amanah lain membuat hati dan pikiran lelah sehingga raut muka yang biasanya bersinar kini terlihat redup...
Entah kemana cahaya itu...
Akupun jadi ikut gelisah,merasa bersalah,kesal,bingung dan bosan dengan sikap seperti ini.dingin,tak ada sapa.hanya diam yang menyertai tiap2 pertmuan kami...
Ya...disaat pulang,dengan peluh yang menetes yang membuat wajah memerah dan rasa capek yang amat,tapi langsung disambut dengan wajah yang murung...ini yang membuat rasa capek dan jenuh semakin terasa...
Aah...ada apa dengan beliau???apakah ada salah denganku???ataukah aku keliru...dan berbagai prasangakapun langsung muncul  dibenakku.padahal aku tahu,pransang itu lebiih condong pada dosa...tapi aah...ga tahulah...kenapa prasangka2 itu ada,padahal aku sudah mencoba untuk menghilangkan dan melupakan pertengkaran2 kecil yang terjadi antara kita...sudahlah yang lalu biarlah berlalu...
Merasa ga kuat dengan kondisi seperti ini aku lalu curhat kepada seorang teman.alhamdulillah dapat banyak masukan,jadi sedikit agak lega.tapi ketika lihat beliau dengan sikap yang sama rasanya kesel juga ya...hmm...bingung jadinya...
Tiba disaat biz maghrib...
Ya,diawali dengan cerita apa yang didapat dari sillaturrahmi ketempat usatdz,aku dan 2 orang temen lainnya,mulai mengeluarkan semua unek2 kami sama mbk kami tercinta...beliaupun menanggapi cerita kami dengan serius,,,dan lagi2 aku ga kuat nahan air mata,padahal toh ga berat2 amat...tapi lama2 banjir juga,,,hikz...huaaah...malunya diriku...entah iini yang keberapa kali aku nangiz didepan mbk2ku...
Ya memang semua persoalan apapun itu alangkah baiknya kalau segera ditabayunkan,biar ga ada salah faham dan kebencian yang berlarut-larut...
**
Jum’at 24 juni 11...
Usai mengikuti agenda kampuz,agaknya aku sengaja pulang telat.naek trans,,menikmati jalanan sepanjang amplaz sendiri.semilir angin sore membuat perasaanku semakiin melo...aku terus memikirkan kejadian kemaren kenapa sampai cerita kembak.huaaah..rasanya ga pengen pulang dan bertemu beliau...
Niat pulang telat,berharap biar ga ketemu beliau ternyata bus transnya ga seperti biasanya.lebih cepat,huft!jadi deh sampai rumah biz maghrib...
Daaaaan...aku langsung disambut rame temen2 diruang keluarga.tapi lagi2 belum apa2 sudah mewek duluan.huaaah ga tahaaaan...aku lalu ijin cuci muka.tapi lagi2 aku mewek lagi...sampai tersendu2....sementara beliau terus menjelaskan permasalahan sebenarnya.aku makin tersedu-sedu...air mataku membanjiri ruang keluarga.haru,pilu bercampur malu karena ini bukan kali pertama aku nangis didepan beliau...entah yang keberapa kali...sepertinya sudah sering...sementara teman2 yang lain pada ketawa,,,aneh mungkin,,,ternyata dibalik sikapku yang cengengas cengingis tenyata melo abiiz...
Sampai akhirnya aku tak dapat berkata-kata lagi.bingung mau ngomong apa...dan sholat isya’ pun dimulai...kami membubarkan diri...
**
Dar sini aku mengambil banyak hikmah,dari mulai tentang prasngka,dan sikap2ku selama iini.ternyata tanpa sadar aku telah mendholimi orang2 dsekitarku...dan yang paling penting,setiap permsalahan hendaknya segera ditabayunkan.agar terhindar dari prasangka2 dan kebencian yang berlarut2...


Rumah cahaya, 25 Juni 11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar