Matahari menyembulkan sinar dari balik awan, cerah. Awan putih disekelilingnya menghiasi langit biru, ia seolah tersenyum melihat aku dan ummi yang tengah duduk berdua. Angin sepoi yang berhembus, membuat kami semakin asyik dalam angan kami. Didepan kami, terlihat kupu-kupu yang sedang berterbangan diantara bunga-bunga yang kami sebut sebagai pohon keres atau orang sini biasa menyebutnya talok. Ya talok, buah yang konon katanya bermanfaat buat obat dia betes.
“dek”kata ummi, anganku terhenti. Kututup buku yang pegang.
“iya ummi” kupalingkan wajahku pada ummi, ummi terdiam sejenak.
“liat deh dek, kupu-kupu itu seperti bidadari-bidadari yang berterbangan ditaman syurga. Sayapnya yang indah, dengan aneka macam warna, mengelilingi bunga talok. Indah ya dek?”kata ummi lagi.
“iya mi, indah. Kupu-kupunya bagus. Berwarna –warni”kataku pada ummi. Aku lalu membayangkan bagaimana bidadari-bidadari syurga itu menghiasi taman syurga. Mereka saling bercengkerama. Matanya yang jeli, kulitnya yang halus dan bening, suaranya yang merdu, aah indahnya...
Tapi,,,anganku terhenti sejenak,,,diam. Kosong. Mataku kembali menerawang jauh keangkasa. Bukankah bidadari dunia itu lebih indah tatkala ia bisa menjadi wanita sholihah, yang menjaga harga kehormatan dirinya dan martabat suaminya, mereka wanita-wanita shalihah yang menegakkan sunnahnya, mereka yang menjauhkan dirinya dari hal-hal yang berbau maksiat dan syubhat. Aaah alangkah indahnya, andai aku bisa menjadi bagian dari mereka.
“dek”kata ummi membuyarkan lamunanku.
“ustadz sudah telpon saya pergi dulu ya dek”kata ummi seraya beranjak pergi. Tiba-tiba “plung” hape ummi masuk got.
“yaah mi?”hapenya....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar