Selasa, 03 April 2012

aku, ummi dan cerita tentang kita




Aku hanya terdiam, menatap langit-langit kamar. Kupandangi wajah ummi, kamu, dan kita ada disana. Aku senang karena kulihat wajah ummi begitu bersinar memancarkan senyum terindahnya untukku, begitu pula denganmu dan beberapa teman lainnya.
Tapi, sejenak aku terdiam,
Kucari-cari bayangan wajah ummi,,,dimana ummi, dimana ummi???kenapa yang tersisa hanya wajahmu dan mereka???aku terus bertanya-tanya, lalu tiba-tiba  aku tersadar dari anganku,,,ya ALLAH, rupanya ummi telah pergi, yaah ia pergi untuk melanjutkan misi dakwahnya didesa seberang sana, seketika wajahku menjadi surut bak matahari diufuk barat yang perlahan redup dan terus redup seiring dengan berjalannya waktu. Tak terasa langit mendung menghiasi wajahku dan hujanpun turun. Dalam hati aku terus berkata “ummi, aku rindu sapa hangat ummi, nasehat-nasehat ummi, sharing ilmu, dan cerita tentang kita, Kasihmu begitu tulus, tak pernah kulihat mendung diwajahmu,,,aku rindu ummi,,,”
Inilah sejenak renungan tentang tali persaudaraan yang dibangun diatas iman. Ikatan hati telah menyatukan kita dalam bingkai-bingkai ukhuwah, dalam indahnya persaudaraan. Adanya rasa kehilangan karena adanya rasa cinta dalam diri kita, rasa cinta yang tumbuh karena atas dasar iman, rasa cinta yang tumbuh karena ALLAH.
Teringat kata salah seorang teman dalam guyonannya “persahabatan kita sebatas piring dan sendok”. Maksud dari kata-kata ini adalah bahwah sebuah persahatabatan dibangun diatas piring dan sendok, ketika piring dan sendok itu tiada maka bubarlah persabatan itu. Lainnya halnya ketika persahabatan dan persaudaraan yang dibangun atas dasar iman. Apapun masalahnya, perbedaanya, selagi iman masih dihati, tujuannya masih sama yaitu ALLAH, semuanya bisa diselesaikan, tentunya karena pertolongan ALLAH jua, karena kita telah menjadikan ALLAH sebagai sebab terjadinya persabatan, persaudaraan, rasa cinta kita. Ya ALLAHlah yang mepertemukan kita, menjadikan kita sahabat, saudara. Karena memang kita diciptakan untuk bersaudara. Persaudaraan yang tak kan lekang oleh waktu dan jarak tempat, perbedaan prinsip, cz hati kita telah menyatu dalam bingkai-bingkai ukhuwah yang dibangun atas dasar keimanan.
 Walau kadang kita berbeda, sering dan mungkin sangat sering salah, dengan perbedaan karakter, namun semua itu menjadi kisah yang unik. Engkau dengan karaktermu yang unik, diriku dan mereka juga, semua unik dan khas. Tak bisa disamakan satu sama lain. dan tak bisa diubah untuk kemudian disamakan sepertiku, sepertimu atau seperti mereka. Walau kadang perbedaan karakter, prinsip dan perbedaan lainnya  itulah yang menjadikan pertengakaran-pertengkaran kecil itu terjadi.
Percayalah kawan suatu saat kita pasti akan rindu suasana seperti ini, dimana kita saling sharing, berbagi, bercerita, berkeluh kesah, dan semuanya tentangku, ummi dan kamu.
Kini ummi telah pergi meninggalkan kita bersama ilmu yang ummi bagi tatkala kita bersama, cerita dan sejuta kenangan yang telah kita lalui bersama. Semua terlalu berharga untuk kami lupakan ummi. Dimata kami, engkau sosok yang penyabar, perhatian, penuh kasih sayang. Kami seolah punya saudara dan keluarga baru didunia perantauan kami. Jujur kami merasa sangat kehilangan sosok ummi. Walau hanya beberapa bulan kami bersama. Tapi waktu yang sesingkat itu telah mengukirkan sejuta kenangan yang tiada terlupakan.
Dan ukhuwah itu tiada pernah putus, walau engkau kini jauh dari kami. Selamanya ukhuwah itu tetap terjalin atas dasar keimanan kita pada-NYA.


Kami sayang ummi,
Kami rindu ummi,
Doa kami selalu teriring untuk ummi,
Semoga ummi slalu diberi kesabaran, ketabahan, dalam menjalani amanah-amanha dakwah dan ujian-ujian yang diberikan-NYA, semoga ALLAH selalu melindungi ummi dan ustadz disana, dan meridhoi setiap langkah-langkah yang ditempuh...amin...

Nuhibbuki fillah...

Yogyakarta, 4 april 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar